Senin, 09 November 2009

DRAMA SEBAGAI METODE MELATIH KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, berinteraksi, menyampaikan pesan kepada orang lain. Dengan keberadaan bahasa semua interaksi dan aksi dalam kehidupan manusia akan lancar. Jelaslah bahwa bahasa merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan manusia. Khususnya pada zaman global ini, sejak kita harus berkomunikasi tidak hanya dengan orang lokal tetapi juga dengan orang asing, kita harus berbicara dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh orang asing secara umum. Bahasa tersebut disebut bahasa internasional. Penguasaan bahasa internasional sangatlah penting untuk berkomunikasi dengan negara lain seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesatnya.
Untuk itu bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia telah ada dalam kurikulum pendidikan sejak kita merdeka dari penjajahan Belanda dan diberikan sejak dibangku sekolah menengah pertama, bahkan sejak tahun 1995 telah diajarkan mulai dari Play Group dan Taman Kanak kanak dan Sekolah Dasar sebagai muatan lokal.
Tarigan HG mengatakan bahwa pelajaran bahasa meliputi 4 aspek keterampilan yaitu membaca, menyimak, berbicara, dan menulis, keempat aspek keterampilan tersebut sangat erat kaitannya dan saling mempengaruhi.
Keterampilan berbicara sebagai salah satu aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi secara lisan, harus betul betul dikuasai oleh para siswa karena jika kurang terampil berbicara, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar.
Berbicara dalam bahasa Inggris berbeda dengan berbicara dalam bahasa Indonesia karena bahasa Inggris adalah bahasa asing.
Agar terampil berbicara bahasa Inggris, siswa harus menguasai tata bahasanya, kemudian berbicara. Dalam kenyataan banyak siswa yang tidak pandai berbicara bahasa Inggris, jangankan siswa SMP lulusan perguruan tinggipun banyak yang tidak mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara bahasa Inggris, antara lain dengan cara debat, diskusi, aktivitas drama, membaca puisi, story telling dll.
Mengenai drama sebagai metode dalam pengajaran berbicara, Bygate ( 1978 ) berpendapat bahwa interaksi lisan ( berbicara ) dapat ditandai dengan rutinitas, yang merupakan cara konvensional dalam menyajikan informasi yang bisa berfokus pada informasi atau interaksi.
Dengan kata lain, belajar bahasa asing akan menjadi lebih mudah jika pembelajar ( siswa ) secara aktif terlibat dalam upaya upaya untuk berkomunikasi. Untuk kepentingan tersebut, ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menjadi sebuah rutinitas dalam pengajaran berbicara. Diantaranya debat, diskusi, pidato, membaca puisi, dan drama.
Kata drama itu sendiri berasal dari bahasa Greek, dran yang berarti “ berbuat, to act, atau to do “( Moris et al, 1964:476 ). Dari segi etimologinya, drama mengutamakan perbuatan, gerak, yang merupakan inti hakekat setiap karangan yang bersifat drama. Maka tidak usah heran jika Moulton mengatakan bahwa “ drama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak( life presented in action ) ataupun Bathazar Verhagen yang mengemukakan bahwa “ drama adalah kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak ( Slamet Mulyana, dalam Tarigan, 1984 ).
Keterangan lain dapat kita baca dalam ” Webster’s New International Dictionary” dikutip dari Tarigan, sebagai berikut :
Drama adalah suatu karangan, kini biasanya dalan prosa, disusun buat pertunjukan, dan dimaksudkan untuk memotret kehidupan atau tokoh, atau mengisahkan suatu cerita dengan gerak, dan biasanya dengan dialog yang bermaksud memetik beberapa hasil berdasarkan cerita dan sebagainya, suatu lakon, direncanakan dan disusun sedemikian rupa untuk dipertunjukan oleh para pelaku diatas pentas.
Pelaksnaan KBM harus selalu mengacu kepada GBPP yang berlaku, dalam pelajaran Bahasa Inggris kelas 7, tercantum materi kegiatan drama, Dalam pelaksanaannya kegiatan drama erat kaitannya dengan kegiatan berbahasa. Antara lain kegiatan menulis ( membuat naskah drama) dan berbicara ( bermain peran , menyimak ).
Kegiatan drama di SMP Negeri 5 Bandung selalu diadakan setiap semester 2 kali dalam bentuk kompetisi atau remedial teaching, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kreatifitas siswa dan melatih siswa agar terampil berbicara dalam bahasa Inggris. Memang guru bahasa Inggris sudah seharusnya membuat variasi metoda pembelajaran yang menarik dan dituntut lebih kreatif karena pembelajaran yang menarik akan menimbulkan minat belajar siswa meningkat. Dalam hal ini guru bahasa Inggris harus mengembangkan aneka teknik pembelajaran keterampilan berbahasa pada umumnya.

Terlepas dari apakah drama tersebut akan dikompetisikan atau tidak, baik antar kelompok dalam kelas atau antar kelas per tingkat rombongan belajar, langkah persiapan tetap harus matang agar siswa dapat menyikapinya dengan sungguh sungguh, sebagai contoh urutan persiapan drama adalah sebagai berikut :

1.Informasikan kepada para siswa bahwa waktu pelaksanaan drama pada hari dan jam tertentu dengan pasti dan jelas, kalaupun ada gangguan waktu, itu tidak jadi masalah bisa diatur kemudian, berikan cukup waktu untuk latihan / mempersiapkan drama tersebut , misalkan 1 minggu.
2.Segeralah membentuk kelompok agar penilaian lebih efektif dan efisien, sebaiknya jumlah peserta tiap kelompok antara 10-15 orang, tentukan ketua kelompok agar mudah diarahkan selanjutnya dan bertanggung jawab atas kekompakan kelompoknya.
3.Sepakati terlebih dahulu apakah thema drama tersebut ditentukan guru atau bebas., biasanya kalau drama tersebut dilaksanakan pada jam pelajaran listening speaking, thema ditentukan guru disesuaikan dengan topik yang sedang dibahas, tapi kalau tujuannya remedial teaching untuk listening speaking thema bisa bebas., waktu pelaksanaan untuk remedial teaching diluar jam pelajaran dan mengandung unsur refreshing tetapi tetap kopetitif.
4.Hitung bersama siswa durasi waktu yang tersedia agar siswa memahami pentingnya disiplin waktu, contoh untuk per kelas alokasi waktu yang tersedia 2 x 45 menit = 90 menit, tiap kelas dibagi 4 kelompok, tiap kelompok @ 15 menit, sisa waktu untuk persiapan dll 30 menit.
5.Buat komitmen dan sanksi tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, sampaikan kriteria penilaian agar siswa mempersiapkan diri sebaik mungkin, contoh hal yang dinilai : a.Pronunciation and intonation ( speaking / listening) score max 30, kesesuaian kostum score max 10, ketepatan waktu score max 10, materi / isi cerita score max 20, script/ naskah ( writing ) score max 20, kekompakkan score max 10 ( bila tiba tiba ada siswa tidak hadir, perannya boleh dirangkap oleh peserta lain ). Jumlah score maximal ideal 100
6.Ketua kelompok memimpin kelompoknya untuk segera membuat script drama, ditik, dicopy sejumlah anggota, dihafalkan, akhirnya h -2 baru dikompakkan sekaligus membicarakan kostum yang cocok dengan tokoh yang dimainkan masing masing.
7.Melalui ketua kelompok guru menyampaikan harapan dan aturan yang harus dipenuhi tiap kelompok, berilah semangat juang agar ada kompetitif antar kelompok, berikan saran agar judul tidak ada yang sama, kalaupun thema sama tapi judul bisa dibuat lebih imajinatif.
8.Pada saatnya pentas tiap kelompok diundi dan kalau mau bisa kolaborasi dengan guru mata pelajaran seni budaya, buatlah format penilaian agar siswa puas dan mendapat hak penilaian yang adil, lebih bagus lagi kalau ada 3 orang penilai dan masing masing menilai 2 materi penilaian.
9.Apabila pentas sudah selesai, sementara guru menghitung nilai untuk dibuat ranking, seluruh siswa peserta drama membersihkan ruangan, mengembalikan barang barang pinjaman ( kalau ada yang meminjam), membereskan barang bawaan masing masing, dan kalau sudah siap lalu diumumkan hasilnya sesuai jumlah nilai yang diperoleh dan diranking. Untuk penghargaan dan memberi semangat atas usaha dan kerja kerasnya, kelompok diatas ranking 3 diberitahukan kelebihan mereka apa yang sesuai dengan norma penilaian tersebut, sehingga walaupun mereka tidak meraih juara mereka tahu kelebihan yang mereka miliki dan akan dibanggakannya serta tidak putus asa.
.Akhirnya, bagi para siswa pengalaman pentas drama tersebut akan menjadi pelatihan kemampuan berbicara bahasa Inggris yang dipaksakan tetapi akan menjadi kenangan yang sangat mendalam bagi siswa yang bersangkutan, terlebih lagi kalau diberikan selembar CERTIFICATE OF MERIT kepada siswa tersebut dan itu tidak akan terlupakan sepanjang hayatnya. Selamat mencoba !

Oleh : Haryati S Ardiwilaga, SPd.SIP
Penulis berpengalaman mengajar Bahasa Inggris di SMPN 5 Bandung selama 20 tahun dan selama itu secara berkala menyelenggarakan pembelajaran drama Bahasa Inggris dengan sukses, hal ini lebih disebabkan oleh potensi yang ada pada para siswa sehingga tidak heran jika SMPN5 Bandung sering menjuarai speech contest, debating, poetry reading, story telling, drama Bahasa Inggris dll disetiap kompetisi baik tingkat lokal maupun nasional.
Tulisan diatas pernah dimuat dalam TABLOID BEWARA 5 Edisi Desember 2004, halaman 8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar